Sunday, 29 November 2015

Teks Produser Kompleks, Teks Eksposisi, Laporan Hasil Observasi



Langkah menyusun teks produser kompleks
1.   menentukan apa yang akan di buat.
2. menulis kerangka karangan
3. memikirkan langkah-langkahnya
4. menentukan judul
5. menuliskan teks diskusi yang telah di rangkai

Perbandingan :
TEKS PROSEDUR KOMPLEKS

1.   Pengertian Prosedur Kompleks


Pengenalan struktur isi teks prosedur kompleks
Prosedur Kompleks    : jenis teks yang berisi langkah-langkah yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Langkah-langkah itu biasanya tidak dapat dibalik-balik, tetapi apabila teks prosedur mengandung langkah-langkah yang dapat dibalik-balik, teks tersebut disebut protokol.

2.   Struktur Teks Prosedur Kompleks

Tujuan yang akan dicapai berisi tujuan dari pembuatan teks prosedur kompleks atau hasil akhir yang akan dicapai (dapat berupa judul). Langkah-langkah Berisi cara-cara yang ditempuh untuk mencapai tujuan (biasanya tidak dapat diubah urutannya)

3.   Ciri Kebahasaan
Konjungsi  Temporal (kata penghubung waktu)

Partisipan Manusia

Meliputi pronomina atau kata ganti yang digunakan untuk penyebutan berikutnya, seperti –nya (kata ganti orang ketiga tunggal) yang mengacu pada subjek (orang)
Contoh :
Jika pengendara melakukan pelanggaran,tentu pihak yang berwajib menilangnya.

Verba

a.    Verba material :  verba yang mengacu pada tindakan fisik (melakukan, memukul, menilang)
b.    Verba tingkah laku : verba yang mengacu pada sikap yang dinyatakan pada  ungkapan verbal (bukan sikap mental yang tidak tampak), seperti menerima, menolak

4.   Kaidah Teks Prosedur Kompleks


Banyak dijumpai kalimat perintah. Konsekuensi dari penggunaan kalimat perintah adalah pemakaian kata kerja imperatif, yakni kata yang menyatakan perintah, keharusan, atau larangan. seperti : bacalah, carilah, pakailah.

5.   Prinsip

a.    Makna kata, istilah dalam teks prosedur kompleks
b.    Kata-kata baku dan tidak baku dalam teks prosedur komleks.
c.    Pengenalan ciri bahasa  teks prosedur kompleks
d.    Ciri bahasa yang dipergunakan dalam teks prosedur kompleks adalah bahasa dengan
       mempergunakan kaidah baku dan komunikatif.


Contoh Teks Prosedur Kompleks dan Analisanya
Cara Efektif Berhenti Merokok

Berhenti dari kebiasaan merokok merupakan hal yang cukup sulit. Entah apa yang membuat rokok sangat diminati oleh manusia. Meskipun sudah ditulis kerugian dari merokok dikemasannya. Benda yang berbentuk silinder ini pertama kali digunakan oleh suku bangsa Indian di Amerika, untuk kepentingan ritual. Untuk kepentingan ritual? lalu kenapa rokok menjadi trend?.

Katanya nih rokok mempunyai beberapa keuntungan tapi masih belum biasa mengalahkan kerugian  menjadi seorang perokok. Seperti, dengan  Merokok katanya Mengurangi Resiko Parkinson, kemudian Nikotin membunuh kuman penyebab tuberculosis (TBC), Perokok lebih kuat dan cepat sembuh dari serangan jantung dan stroke, dan Perokok terhindar dari anemia. Selain itu beberapa orang mengatakan dengan merokok orang terlihat gaul, maco, keren, dan trendy. Welehh, terus berasap dimulut sampai paru-paru dikatakan katakan keren gitu? tidak logis.

Lalu apa kerugian merokok? ya pikir aja sendiri mulai dari kesehatan manusia,  kesehatan kantong untung keluarga alias merusak ekonomi manusia, sampai merusak lingkungan seperti polusi, menipisnya ozon bumi dan akirnya mengundang bencana.
Oke pertanyaan selanjutnya, bagaimana cara berhenti merokok?

Pertama, Konsultasi Dengan Dokter

Ini adalah cara yang paling saya sarankan, bertanyalah kepada dokter ataupun ahli kesehatan bagaimana cara berhenti merokok dengan cepat. Biasanya dokter juga memiliki resep untuk menghilangkan ketergantungan pada nikotin.

 Kedua, Bantu dengan olahraga
Melakukan olahraga ringan secara rutin seperti melakukan jogging akan membantu proses berhenti merokok. Olahraga akan meningkatkan mood dan kesadaran serta meningkatkan energi dan menghilangkan stress akibat kecanduan rokok.

 Ketiga, Berhenti Secara Bertahap
Untuk benar-benar lepas dari kecanduan merokok ada baiknya anda melakukannya secara bertahap. Dengan cara ini kita dapat mengkontrol pikiran masing-masing jika tubuh Anda perlahan-lahan tidak membutuhkan nikotin dari hari ke hari. Misalnya begini : jika biasanya sehari anda menghabiskan 1 bungkus rokok, maka usahakan sehari anda cukup mengkonsumsi 6 buah, kemudian 3 buah dan seterusnya hingga anda bisa benar-benar lepas dari jerat rokok.

 Keempat, Support Dari Lingkungan
Jika anda ingin benar-benar berhenti merokok maka mintalah bantuan keluarga anda untuk mengingatkan anda. Selain keluarga peran teman-teman terdekat anda juga dapat membantu usaha anda untuk berhenti merokok.

 Kelima, Sibukkan Diri Anda
Biasanya orang merokok di saat waktu senggang, dengan mencari kesibukan lain akan membuat anda lupa dengan rokok. Isi waktu anda dengan melakukan apa saja yang anda suka seperti olahraga dan berekreasi.

 Mulai sekarang juga! bulatkan tekad anda untuk berhenti merokok. Niatkan bahwa dengan berhenti merokok anda sedang memperbaiki kualitas hidup dan kesehatan anda.
Nah, sebenarnya faktor penentu utama keberhasilan merokok adalah dari dalam diri sendiri. Tekad yang kuat dan kesadaran akan bahaya rokok terlebih dahulu harus anda pahami untuk dapat lepas secara total dari kecanduan rokok.



TEKS EKSPOSISI

A.   Pengertian Teks Eksposisi
Teks eksposisi adalah jenis teks yang berisi tentang paparan pendapat pribadi terhadap suatu permasalahan.

B.   Tujuan Teks Eksposisi

Teks eksposisi bertujuan untuk memberi penjelasan atau informasi tanpa didasari maksud tertentu.

C. Jenis Teks Eksposisi


Struktur Teks Eksposisi
1. Pernyataan pendapat (tesis)
a.  Pertumbuhan ekonomi Indonesia mencatat hasil positif
b.  Pertumbuhan ekonomi Indonesia tergolong anomali. Alasannya karena pertumbuhan ekonomi tidak diikuti peningkatan kesejahteraan masyarakat.
2. Argumentasi
Paragraf 4, 5, dan 6
3. Penegasan Ulang Pendapat
Paragraf 7, 8, 9, dan 10

Ciri Bahasa Teks Eksposisi
1.    Bersifat Informatif
2.    Bersifat Objektif
3.    Berdasarkan Fakta-Fakta
4.    Selalu menggunakan kara pronomina (Kita atau Saya)
5.    Selalu menggunakan konjungsi pada kenyataannya, kemudian atau lebih lanjut (kata hubung)
6.    Menggunakan kata ganti/ Pronomina
7.    Ada Kalimat Langsung
8.    Memakai Istilah
9.    Memakai Bahasa yang Baku



TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI

1. Pengertian teks observasi

      Teks laporan hasil observasi adalah gaya teks yang digunakan khusus untuk melaporkan hasil observasi secara sistematik atau teks yang berisi penjabaran umum atau melaporkan sesuatu berupa hasil pengamatan (Observasi)

2. Ciri Kebahasaan teks observasi

    Teks laporan hasil observasi harus disusun dengan menggunakan bahasa yang jelas, tidak berbelit - belit dan mudah dipahami.

3. Struktur teks observasi

1. Pernyataan umum atau klasifikasi
    Berisi tentang informasi dasar mengenai hasil pengamatan yang telah dilakukan
2. Anggota (aspek yang dilaporkan)
    Berisi penjelasan yang mendetail tentang jalannya penelitian.

4. Kaidah teks observasi

1. Bersifat global dan universal
2. Merupakan hasil penelitian terkini
3. Menggunakan bahasa indonesia yang baik dan benar
4. Objek yang dibicarakan atau yang menjadi pembahasan adalah objek tunggal
5. Tidak ada penutup dari pengarang

Kota Kuliner Indonesia



Kota Kuliner Indonesia 

Indonesia tanah airku kaya akan segala macam rempah hasil alam... sampai2 hal ini lah yang menjadi cikal bakal kita dijajah dulunya. Karena negara negara lain tak punya sumber daya alam seperti kita. Tak heran jikalau kita harus memanfaatkan hasil bumi ini sebaik baiknya untuk menghasilkan makanan yang kaya rasa, enak dan sehat.
Makanan Indonesia walaupun belum sepopuler makanan Italia atau jepang namun berhasil menjuarai makanan terenak di dunia. Tak hanya rendang sih yang paling enak, namun banyak juga makanan lain yang tak kalah lezatnya, hanya saja kurang pamor.

Ketenaran makanan-makanan ini tak lepas dari tenarnya kota asal tersebut yang membuat para penduduk maupun turis berlomba lomba mencicipi makanan yang tersedia di kota kota ini :

1. Medan
Di sini banyak ditemukan masakan dari kota tetangga, Aceh dan makanan China. Salah satu yang paling tidak boleh dilewatkan yakni mie aceh dari Mi Titi Bobrok. Selain itu, karena kota besar segala jenis makanan dari luar dan kota lain dapat juga ditemukan di sini.

Oleh oleh wajibnya yang antara lain kue bolu meranti. Saya pernah coba dan masih terheran heran apasih yang bikin orang menggila gilainya. Ada yang tau? Rasanya memang enak dan lembut tapi mungkin karena saya bukan tipe pemakan kue kali.
2. Padang
Makanan padang identik dengan makanan yang kaya santan, pedas dan berminyak. Bagi yang belum berpenyakitan dan banyak pantang makanan, puas-puasin ini dulu nih. Kalau nggak biar ngiler deh kalau liat orang tamboh ciek.

Makanan favorit keluarga saya adalah rendang, sate padang dan telor balado, keripik jangek dan aduh duh iler saya jadi tumpah. Semuanya deh pokoke!



3. Bandung
Apakah orang orang bandung yang manis manis menjadi penyebab makanan bandung kebanyakan manis? Entahlah! selama masih ada sambal dan saos hajar saja deh. Yang menjadi highlights saya ketika di bandung adakal......Cimol. Kalau cireng nggak suka. Ada juga mi yamin yang rasanya seperti mi ayam. Enak!

Herannya saya suka siomay tapi bukan siomay di bandung, rasanya jauh beda dengan yang di Jambi. Mungkin kalah kualitas dengan ikan jambi yang segar. Maaf ya siomay bandung.

Untuk oleh oleh, saya selalu beli keripik pedas yang terkenal itu loh, khusus untuk cece saya. Kalau untuk mama, bawanya brownies terkenal yang terkenal itu juga loh :)
4. Yogyakarta
Hingga saat ini saya masih terkenang dengan soto ayam gerobakan yang dijual mbak mbak di gang Malioboro. Harganya tak lebih dari 10rb. Selama di jogja, saban hari saya rutin makan itu. Rasanya bening dengan nasi yang langsung dicampurkan ke dalam soto. Sluurrrp!
Selain itu yang harus dicoba di sini juga mi ayam dan bakso. Untuk makanan aslinya justru saya tidak suku. Gudeg kemanisan buat saya. Bakpia nggak doyan. Nasi kucing, biasa aja rasanya. Untuk oleh oleh jadinya saya hanya membawa kenangan manis dari kota jogja aja lah #eeeaaa
5. Jambi
Yah saya tahu pemilihan kota ini pilih kasih banget. Yeee secara aku orang Jambi, pastinya kampungku adalah surganya makanan buatku. Selama tinggal di sini, jarang sekali aku makan di restoran / mall / cafe yang nge-hits. Udah kantong jebol, rupanya rasanya gak lebih enak dari makan di pinggiran. Rugi deh!
Kalau habis dari jalan jalan ke luar daerah / negeri, begitu pulang jambi saya langsung sakau dan bikin marathon makanan :
Pagi : Tekwan
Siang : Siomay
Sore : Mi ayam / bakso
Malam : Sate Padang
begitu seterusnya hingga saya agak bosan, dimarahi mama, lalu saya pun menguranginya sedikit sedikit.
Untuk oleh oleh dari jambi biasanya saya membawa kopi AAA (asli jambi, rasa kuat dan pekat), teh kayu aro, kerupuk kemplang atau mpek mpek. Dijamin ketagihan!

Realisasi Masalah Negara dan Solusinya



1.   BANGSA
Bangsa terbentuk karena semakin bertambahnya jumlah manusia yang diikuti oleh semakin kompleksnya kebutuhan yang harus dipenuhi oleh manusia yang semakin bertambah tersebut pertanyaan sekarang,apakah bangsa itu sebenarnya!!

-         Bangsa itu terjadi karena persamaan ras, bahasa, adat istiadat dan agama yang merupakan faktor pembeda bangsa yang satu dengan yang lain.

2.   NEGARA
Menurut etimologi, negara berasal dari kata staat (Belanda dan Jerman) : State (inggris) : Etat (Prancis ) statum atau statum (latin) kata tersebut berarti “meletakkan dalam keadaan berdiri “menempatkan atau membuat berdiri.
Negara adalah kelanjutan dari keinginan manusia untuk bergaul dengan orang lain dalam rangka menyempurnakan segala kebutuhan hidupnya.

Artinya : manusia harus melakukan interaksi dengan manusia lainnya. Dengan interaksi manusia memenuhi segala macam kebutuhan hidupnya.




Unsur-Unsur Pembentuk Negara
-         Rakyat
-         Wilayah
-         Pemerintahan yang berdaulat

Sebagai warga negara yang baik dan sadar hukum serta peduli akan masa depan sistem penegakkan hukum di Indonesia agar  tercipta kehidupan  yang  aman dan damai dan sejahtera  
Atas dasar rasa keadilan maka sepantasnya kita dapat mengusulkan  :

1.     Kiranya sistem peradilan kita di evaluasikan dan diadakan perubahan mendasar agar proses peradilan proses proses putusan pengadilan dapat ditingkatkan menjadi lebih bermutu dan benar  benar memperbaiki salah satu contoh :
Dengan menerapkan kebijakan pembatasan perkara di Mahkamah Agung sambil memperkuat kedudukan dan peranan pengadilan tinggi di setiap ibu kota provinsi

2.     Kemudian dilingkungan peradilan sebaiknya segera diadakan sistem kamar dalam penangan perkara. Tidak lagi sistem majelis. Seperti dipraktiskan. Selama itu dengan sistem kamar. Itu perkara – perkara. Perdata Umum.bisnis/agama), tata usaha .
Dapat ditangani secara profesional oleh hukum

3.     Demikian pula dengan aparat dan operatur penyelidikan.
Polisi adalah pengayoman masyarakan  bukan bermunculan dengan rakyat :
Seperti KPK (Komisi Pemberantas Korupsi) harus bertindak profesional sebagai lembaga penegakkan keadilan. Bukan sekedar lembaga penegak keadilan.

          Pada dasarnya negara Indonesia adalah negara yang memiliki potensi besar untuk menjadi negara maju serta kepribadian luhur.

Penyebab utama masalah yang ditimbul dimasyarakat adalah :
1.     Kurangnya kesadaran akan pentingnya memahami pendidikan karakter
2.     Kasus hukum yang sedang gencar  gencarnya di berantas dan tidak hilang adalah masalah korupsidan narkoba







Cara Solusi Mengatasi

1.     Menanam rasa cinta tanah air dan bela negara pada setiap bulan
2.     Intropeksi diri dan tidak saling menyalahkan antar pihak dalam negara lain
3.     Pemerintahannya hendaknya membuka apresiasi kepada.masyarakat yang telah ikut serta terlibat dalam penegakkan hukum
4.     Membangun kerjasama antara pihak pemerintahan 
5. Menguatkan dengan berusaha merubah mental dan moral pada diri masyarakat terutama dunia pendidikan bahwasanya Cinta Tanah Air merupakan bahagian dari iman.Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah harga mati tidak bisa dirubah yang sudah bertoleransi hidup dalam menjalankan ibadah agama 

Makalah PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN PADA MASA BANI UMAYYAH



KATA PENGANTAR


Assalamu’alaikum Wr.Wb

Segala puji bagi Allah Subhanahu wa ta’ala, yang telah mengutus Rasul-Nya  dengan membawa  petunjuk  dan  agama yang haq  sebagai rahmat bagi seluruh alam Yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahNya sehinga penulis dapat menyelesaikan tugas makalah dengan judul “ PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN PADA MASA BANI UMAYYAH”  dengan sebaik-baiknya dan Shalawat dan salam atas Rasulullah yang telah menuntun umat manusia ke jalan yang lurus yang berilmu pengetahuan seperti yang kita rasakan saat ini , Nabi terakhir dan tak ada lagi setelah dia.
    Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini, masih jauh dari kesempurnaan. Hal ini disebabkan oleh pengetahuan dan pengalaman penulis yang masih terbatas. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pembaca.
 Dalam kesempatan ini pula penulis ingin mengucapkan rasa terima kasih yang tak terhingga kepada guru agama yang mengajar dikelas saya dan kawan-kawan yang telah membantu dalam penulisan makalah ini.
      Akhir kata penulis mengharapkan supaya makalah ini bermanfaat baik bagi pembaca maupun bagi penulis sendiri. Amin.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb


Tanjung Morawa, 30 November 2015

 PENULIS

                                                                                                          









DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR ............................................................................................................  i
DAFTAR ISI ..........................................................................................................................  ii

BAB I PENDAHULUAN ......................................................................................................  1
1.1  Latar Belakang ..................................................................................................................  1
1.2  Rumusan Masalah ..............................................................................................................  1
1.3  Tujuan ...............................................................................................................................  1
1.4  Manfaat .............................................................................................................................  2

BAB II PEMBAHASAN .......................................................................................................  3
2.1  Perkembangan Ilmu Pengetahuan Pada Masa Khulafaur Rasyidin ........................................  3
2.2  Perkembangan ilmu pengetahuan pada Dinasti Umayyah .....................................................  3
2.3  Ilmu pengetahuan yang muncul pada zaman Dinasti Umayyah ..............................................  4
2.4  Tokoh/Ilmuwan Muslim Pada Masa Bani Umayyah ............................................................  5
2.5  Pemikiran Tokoh Pendidikan Pada Masa Daulah Bani Umayyah .........................................  8

BAB IIIKESIMPULAN ........................................................................................................  11
3.1  Kesimpulan ........................................................................................................................  11

Daftar Pustaka .......................................................................................................................  12















BAB I
PENDAHULUAN

1.1     Latar Belakang
Perkembangan sejarah pendidikan dari masa kemasa selalu mengalami progres yang berdampak baik bagi perkembangan intelektual masyarakat Islam pada saat itu sampai sekarang. Pendidikan terus mengalami perkembangan dari masa Rasulullah, masa Khulafa Ar-Rasyidin, Dinasti Umayyah, Dinasti Abasiyyah, bahkan dinasti-dinasti kecil yang muncul diantara dinasti keduanya dan semakin berkembang pula setelah masa pembaharuan pendidikan Islam.
Seiring dengan itu pendidikan pada periode Dinasti Umayyah telah ada beberapa lembaga seperti, Kuttab, Masjid dan Majelis Sastra.  Materi yang diajarkan bertingkat-tingkat dan bermacam-macam.  Metode pengajarannya pun tidak sama.  Sehingga melahirkan beberapa pakar ilmuan dalam berbagai bidang tertentu, selain itu pada masa ini juga terjadi pergolakan politik untuk memperluas wilayah kekuasaan. Semua itu berdampak kepada pola pendidikan Islam pada masa itu, mulai dari adanya perbedaan kurikulum antara murid yang sekolah di Khuttab dengan murid yang sekolah di sekolah Istana dan lain sebagainya.
Pada masa Dinasti Umayyah pola pendidikan Islam senantiasa berusaha untuk bisa lebih  maju dari pendidikan Barat. Salah satu upaya yang dilakukan adalah kegiatan penerjemahan buku-buku asing ke dalam bahasa Arab, berkembangnya lembaga pendidikan serta kurikulum dan metodenya, berkembangnya ilmu pengetahuan, serta berkembang pula gerakan-gerakan ilmiah yang belum digalakkan pada masa-masa sebelumnya.

1.2     Rumusan Masalah
1.      Bagaimanakah perkembangan ilmu pengetahuan pada zaman Khulafaur Rasyidin ?
2.      Bagaimanakah perkembangan ilmu pengetahuan pada zaman Dinasti Umayyah.
3.      Apa saja ilmu pengetahuan yang muncul pada zaman Dinasti Umayyah?
4.      ilmu apa saja dan siapa tokohnya yang muncul pada zaman Dinasti Umayyah?
5.      Tokoh/Ilmuwan Muslim Pada Masa Bani Umayyah
6.      Pemikiran Tokoh Pendidikan Pada Masa Daulah Bani Umayyah

1.3   Tujuan
1.      Mengetahui perkembangan ilmu pengetahuan pada zaman Khulafaur Rasyidin
2.      Mengetahui perkembangan ilmu pengetahuan pada Dinasti Umayyah
3.      Mengetahui ilmu pengetahuan yang muncul pada Dinasti Umayyah
4.      Mengetahui ilmu dan tokohnya yang muncul pada zaman Dinasti Umayyah
5.      Mengetahui Tokoh/Ilmuwan Pada Masa Bani Umayyah
6.      Mengetahui Pemikiran tokoh Pendidikan pada Masa Daulah Bani Umayyah

1.4     Manfaat
1.  Bagi Penulis
a.  Dapat mengetahui bagaimana perkembangan ilmu pengetahuan pada masa itu
b.  Dapat mengetahui ilmu dan tokoh ilmu pengetahuan yang muncul pada masa itu
c.  Dapat mengetahui karakteristik pendidikan pada masa itu
d.  Dapat mengetahui tempat-tempat pendidikan pada masa itu

2.  Bagi Pembaca
a.  Menambah luas wawasan sejarah islam pada zaman dahulu.
b.  Menumbuhkan semangat tinggi dalam belajar.
c.  Memotifasi buat siswa untuk berkarya tulis.
3.  Bagi Guru
a.  Mengetahui seberapa besar tingkat kemampuan siswa dalam membuat makalah.
b.  Menyukseskan kegiatan belajar mengajar.
























BAB II
 PEMBAHASAN

2.1     Perkembangan Ilmu Pengetahuan Pada Masa Khulafaur Rasyidin
                   Pada masa ini sering disebut dengan masa klasik awal (650 M – 690 M).Pada masa klasik awal ini, merupakan peletakan dasar-dasar peradaban Islam yang berjalan selama 40 tahun. Seperti halnya perkembangan ilmu pengetahuan pada zaman Rasulullah, bahwa diantara kemajuan yang dicapai dibidang ilmu pengetahuan dan sains pada masa ini adalah terpusat pada usaha untuk memahami Al-Qur’an dan Hadits Nabi, untuk memperdalam pengajaran akidah, akhlak, ibadah, mu’amalah dan kisah-kisah dalam Al-Qur’an.
Akan tetapi yang perlu dicatat bahwa, pada masa ini telah ditanamkan budaya tulis dan baca. Dengan budaya baca tulis maka lahirlah orang pandai dari para sahabat rasul, diantaranya Umar bin Khatab yang mempunyai keahlian dibidang hukum dan jenius pada ilmu pemerintahan, Ali bin Abi Thalib yang mempunyai keahlian dibidang hukum dan tafsir. Diantara ahli tafsir dimasa itu adalah khalifah yang empat (Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali), Ibnu Mas’ud, Ibnu Abbas, Ubay Ibnu  Ka’ab, Zaid Ibnu Tsabit, Abu Musa Al-’Asy’ari dan Abdullah bin Zubair.Dan dari kalangan khalifah empat yang paling banyak dikenal riwayatnya tentang tafsir adalah Ali bin Abi Thalib r.a.Ibnu Abbas adalah anak paman Rasulullah SAW, sekaligus murid dari Rasulullah. Ia dikenal sebagai ahli bahasa atau penterjemah Al-Qur’an. Dia adalah sahabat yang paling pandai atau tahu tentang tafsir Al-Qur’an.Dia mempunyai biografi yang menunjukkan kebolehan ilmunya dan kedudukannya yang tinggi dalam hal penggalian secara mendalam tentang rahasia-rahasia Al-Qur’an.

2.2     Perkembangan ilmu pengetahuan pada Dinasti Umayyah
            Bani Umayyah atau Kekhalifahan Umayyah, adalah kekhalifahan Islam pertama setelah masa Khulafaur Rasyidin yang memerintah dari 661 M sampai 750 M di Jazirah Arab dan sekitarnya, serta dari 756 M sampai 1031 M di Kordoba, Spanyol. Nama dinasti ini diambil dari nama tokoh Umayyah bin 'Abd asy-Syams, kakek buyut dari khalifah pertama Bani Umayyah, yaitu Muawiyah I. Masa ini sebagai masa perkembangan peradaban Islam, yang meliputi tiga benua yaitu, Asia, Afrika, dan Eropa. Masa ini berlangsung selama 90 tahun (661 M – 750 M) dan berpusat di Damaskus.
Pada masa ini perhatian pemerintah terhadap perkembangan ilmu pengetahuan sangat besar. Penyusunan ilmu pengetahuan lebih sistematis dan dilakukan pembidangan ilmu pengetahuan sebagai berikut;
1.      Ilmu pengetahuan bidang agama yaitu, segala ilmu yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadits.
2.      Ilmu pengetahuan bidang sejarah yaitu, segala ilmu yang membahas tentang perjalanan hidup, kisah dan riwayat.
3.      Ilmu pengetahuan bidang bahasa yaitu, segala ilmu yang mempelajari bahasa, nahwu, sharaf dan lain-lain.
4.      Ilmu pengetahuan bidang filsafat yaitu, segala ilmu yang pada umumnya berasal dari bangsa asing, seperti ilmu mantiq, kedokteran, kimia, astronomi, ilmu hitung dan ilmu lain yang berhubungan dengan ilmu itu.
Penggolongan ilmu tersebut dimaksudkan untuk mengklasifikasikan ilmu sesuai dengan karakteristiknya, semuanya saling berhubungan satu dengan yang lainnya, karena satu ilmu tidak bisa berdiri sendiri.Sehingga ilmu pengetahuan sudah menjadi satu keahlian, masuk kedalam bidang pemahaman dan pemikiran yang memerlukan sitematika dan penyusunan.

2.3     Ilmu pengetahuan yang muncul pada zaman Dinasti Umayyah
     Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada masa Bani Umayyah pada umumnya berjalan seperti di zaman permulaan Islam, hanya pada perintisan dalam ilmu logika, yaitu filsafat dan ilmu eksak.  Perkembangan ilmu pengetahuan pada masa ini masih berada pada tahap awal. Para pembesar Bani Umayyah kurang tertarik pada ilmu pengetahuan kecuali Yazid bin Mua’wiyah dan Umar bin Abdul Aziz.  Ilmu yang berkembang di zaman Bani Umayyah adalah ilmu syari’ah, ilmu lisaniyah, dan ilmu tarikh. Selain itu berkembang pula ilmu qiraat, ilmu tafsir, ilmu hadis, ilmu nahwu, ilmu bumi, dan ilmu-ilmu yang disalin dari bahasa asing.  Kota yang menjadi pusat kajian ilmu pengetahuan ini antara lain Damaskus, Kuffah, Makkah, Madinah, Mesir, Cordova, Granada, dan lain-lain, dengan masjid sebagai pusat pengajarannya.
Ilmu pengetahuan yang berkembang di zaman Dinasti Umayyah dapat diuraikan sebagai berikut :
a.       Al Ulumus Syari’ah, yaitu ilmu-ilmu Agama Islam, seperti Fiqih, tafsir Al-Qur’an dan sebagainya.
b.      Al Ulumul Lisaniyah, yaitu ilmu-ilmu yang perlu untuk memastikan bacaan Al Qur’an, menafsirkan dan memahaminya.
c.       Tarikh, yang meliputi tarikh kaum muslimin dan segala perjuangannya, riwayat hidup pemimpin-pemimpin mereka, serta tarikh umum, yaitu tarikh bangsa-bangsa lain.
d.      Ilmu Qiraat, yaitu ilmu yang membahas tentang membaca Al Qur’an. Pada masa ini termasyhurlah tujuh macam bacaan Al Qur’an yang terkenal dengan Qiraat Sab’ah yang kemudian ditetapkan menjadi dasar bacaan, yaitu cara bacaan yang dinisbahkan kepada cara membaca yang dikemukakan oleh tujuh orang ahli qiraat, yaitu Abdullah bin Katsir (w. 120 H), Ashim bin Abi Nujud (w. 127 H), Abdullah bin Amir Al Jashsahash (w. 118 H), Ali bin Hamzah Abu Hasan al Kisai (w. 189 H), Hamzah bin Habib Az-Zaiyat (w. 156 H), Abu Amr bin Al Ala (w. 155 H), dan Nafi bin Na’im (169 H).
e.       Ilmu Tafsir, yaitu ilmu yang membahas tentang undang-undang dalam menafsirkan Al Qur’an.  Pada masa ini muncul ahli Tafsir yang terkenal seperti Ibnu Abbas dari kalangan sahabat (w. 68 H), Mujahid (w. 104 H), dan Muhammad Al-Baqir bin Ali bin Ali bin Husain dari kalangan syi’ah.
f.       Ilmu Hadis, yaitu ilmu yang ditujukan untuk menjelaskan riwayat dan sanad al-Hadis, karena banyak Hadis yang bukan berasal dari Rasulullah.  Diantara Muhaddis yang terkenal pada masa ini ialah Az Zuhry (w. 123 H), Ibnu Abi Malikah (w. 123 H), Al Auza’i Abdur Rahman bin Amr (w. 159 H), Hasan Basri (w. 110 H), dan As Sya’by (w. 104 H).
g.       Ilmu Nahwu, yaitu ilmu yang menjelaskan cara membaca suatu kalimat didalam berbagai posisinya.  Ilmu ini muncul setelah banyak bangsa-bangsa yang bukan Arab masuk Islam dan negeri-negeri mereka menjadi wilayah negara Islam.  Adapun penyusun ilmu Nahwu yang pertama dan membukukannya seperti halnya sekarang adalah Abu Aswad Ad Dualy (w. 69 H).  Beliau belajar dari Ali bin Abi Thalib, sehingga ada ahli sejarah yang mengatakan bahwa Ali bin Abi Thalib sebagai Bapaknya ilmu Nahwu.
h.      Ilmu Bumi (al- Jughrafia).  Ilmu ini muncul oleh karena adanya kebutuhan kaum muslimin pada saat itu, yaitu untuk keperluan menunaikan ibadah Haji, menuntut ilmu dan dakwah, seseorang agar tidak tersesat di perjalanan, perlu kepada ilmu yang membahas tentang keadaan letak wilayah.  Ilmu ini pada zaman Bani Umayyah baru dalam tahap merintis.
i.        Al-Ulumud Dakhilah, yaitu ilmu-ilmu yang disalin dari bahasa asing ke dalam bahasa Arab dan disempurnakannya untuk kepentingan kebudayaan Islam. Diantara ilmu asing yang diterjemahkan itu adalah ilmu-ilmu pengobatan dan kimia. Diantara tokoh yang terlibat dalam kegiatan ini adalah Khalid bin Yazid bin Mu’awiyah (w. 86 H). 

2.4.   Tokoh/Ilmuwan Muslim Pada Masa Bani Umayyah
Dalam sepak terjang yang dilakukan Bani Umayyah di bidang pendidikan Islam, banyak melahirkan para ulama yang ahli di bidangnya, mereka bertanggung jawab terhadap kelancaran jalannya pendidikan, Dalam hal ini, Ulama memikul tugas mengajar dan memberikan bimbingan serta pimpinan kepada masyarakat. Ulama bekerja atas dasar kesadaran dan tanggung jawab agama, bukan atas dasar pengangkatan dan penunjukkan pemerintah
Diantara ulama yang menjadi pendidik sekaigus sebagai ilmuan pada waktu itu adalah:
a)  Seni Bahasa dan Sastra
Pada masa pemerintahan Abd. Malik bin Marwan, bahasa arab digunakan sebagai administrasi negara. Dengan penggunaan bahasa Arab yang semakin luas dibutuhkan suatu panduan bahasa yang dapat digunakan semua orang. Hal itu mendorong lahirnya seorang ahli bahasa terkemuka yang bernama Imam Syibawaihi, yang mengarang sebuah buku yang berisi pokok-pokok kaidah bahasa Arab yang berjudul al-Kitab. Disamping itu, pada pemerintahan Dinasti Umayyah di Andalusia terdapat juga ahli bahasa yang terkenal, antara lain: Ibnu Malik pengarang kitab Alfiah, Ibn Sayyidih, Ibn Khuruf, Ibn Al-Haj, Abu Ali Al-Isybili, Abu Al-hasan Ibn Usfur, dan Abu Hayyan Al-Garnathi, al-Farisi, al-Zujaj. Di bidang sastra juga mengalami kemajuan. Hal itu ditandai dengan munculnya sastrawan-sastrawan yang terkemuka, seperti:
a. Qays Bin Mullawah menyusun buku yang berjudul Laila Majnun, wafat pada tahun 699 M.
b. Jamil Al-Uzri (701 M)
c. Al-Akhtal (701 M)
d. Umar Ibn Abi Rubi’ah (719 M)
e. Al-Farazdaq (732 M)
f. Ibnu Al-Muqoffa (756 M)
g. Ibnu Al-Jarir (792 M)
b. Ilmu Tafsir
Ilmu tafsir memliki makna yang strategis, disamping karena luasnya faktor  kawasan Islam ke beberapa daerah luar Arab yang membawa konsekuensi lemahnya seni sastra Arab. Hal ini menyebabkan pencemaran bahasa Al-Qur'an dan makna Al-Qur'an yang digunakan untuk kepentingan golongan tertentu. Diantara tokoh-tokohnya adalah Mujahid, Athak bin Abu Rabah, Ikrimah, Qatadah, Said bin Jubair, Masruq bin al-Ajda', Wahab bin Munabbih, Abdullah bin Salam, Abd Malik Ibnu Juraid al-Maliki.  Ilmu tafsir pada masa itu belum mengalami perkembangan pesat sebagaimana terjadi pada masa pemerintahan Bani Abbasiyyah. Tafsir berkembang dari lisan ke lisan, sampai akhirnya tertulis. Ahli tafsir yang pertama pada masa itu ialah Ibnu Abbas, salah seorang sahabat nabi sekaligus paman nabi yang terkenal.
c. Ilmu Hadits
Perkembangan ilmu Hadits sendiri terjadi setelah diketahui banyaknya hadits palsu yang dibuat oleh kelompok tertentu untuk kepentingan politik. Sebelumnya hadits hanya diriwayatkan dari mulut ke mulut. Setengah sahabat dan para pelajar ada yang mencatat hadits-hadits itu dalam buku catatannya. Atas dasar itulah dirasa penting untuk menyusun atau mengumpulkan dan membukukan Hadits-hadits tertentu saja, yang dikira kuat dalam sanad dan matannya. Diantara para ahli hadits yang terkenal pada masa itu ialah Muhammad bin Syihab al-Zuhri, Hadits ada al-Zuhry, Abu Zubair Muhammad bin Muslim bin Idris.
d. Fiqih
 Pada periode Umayyah, telah melahirkan sejumlah mujtahid fiqih, terbukti ketika akhir masa Umayyah telah akhir tokoh madzhab seperti Imam Abu Hanifah di Irak dan Imam Malik Ibu Anas di Madinaah. Sedangkan Imam Syafi'i dan Imam Ahmad Ibnu Hambal lahir pada masa Dinasti Abbasiyyah.Dan di bidang fiqih, Umayyah di Spanyol Islam menganut mazhab Maliki, maka para ulama memperkenalkan materi-materi fiqih dari mazhab Imam Maliki. Para Ulama yang memperkenalkan mazhab ini adalah Ziyad ibn Abd Al-Rahman. Perkembangan selanjutnya ditentukan ibn Yahya yang menjadi qadhi pada masa Hisyam ibn Abd Rahman. Ahli-ahli fiqih lainnya adalah Abu bakar ibn Al-Quthiyah, Munzir ibn Said Al-Baluthi dan Ibn Hazm, kemudian abu bakar al quthiyah, munzir bin sa,if al-baluthi dan ibnu hazim.
e. ilmu kimia
Khalifah Yazid bin Muawiyyah seorang khalifah yang pertama kali meyuruh untuk menerjemahkan buku-buku berbahasa Yunani ke dalam bahasa Arab. Beliau mendatangkan beberapa orang Romawi yang bermukim di mesir. Diantaranya  Maryanis seorang pendeta yang mengajarkan ilmu kimia.
f. Ilmu Kedokteran
Peduduk Syam di Zaman ini telah banyak menyalin bermacam ilmu ke dalam bahasa Arab, seperti: ilmu-ilmu kedokteran misalnya karangan Qais Ahrun dalam bahasa Suryani yang disalin ke dalam bahasa Arab Masajuwaihi.
g. Ilmu Filsafat
Islam di Andalusia telah mencatat satu lembaran budaya yang sangat brilian dalam bentangan sejarah islam. Ia berperan sebagai jembatan penyeberangan yang di lalui ilmu pengetahuan Yunani Arab ke Eropa abad ke 12 minat terhadap filsafat dan ilmu pengetahuan mulai dikembangkan pada abad ke-9 selama pemerintahan bani umayyah. Tokoh pertama dalam sejarah filsafat Andalusia dalah Abu Bakr Muhammad bin al-Syaigh yang terkenal dengan nama Ibnu Bajjah. Karyanya adalah Tadbir al-muwahhid, tokoh kedua adalah Abu Bakr bin Thufail yang banyak menulis masalh kedokteran, astronomi dan filsafat. Karya filsafatnya yang terkenal adalah Hay bin Yaqzhan. Tokoh terbesar dalam bidang filsafat di Andalusia adalah Ibnu Rusyd dari cordova. Ia menafsirkan maskah – naskah aristoteles dan menggeltuti masalah – masalah menahun tentang keserasian filsafat agama.
     h. Musik dan Kesenian
Dibidang ini dikenal seorang tokoh bernama Hasan bin Nafi yang berjuluk Zaryah. Dia juga terkenal sebagai penggubah lagu dan sering mengajarkan ilmunya kepada siapa saja sehingga kemasyhurannya makin meluas

      2.5.      Pemikiran Tokoh Pendidikan Pada Masa Daulah Bani Umayyah
Berikut ini nama-nama ilmuwan beserta bidang keahlian yang berkembang di Andalusia masa dinasti Bani Umayyah :
No
Nama
Bidang Keahlian
Keterangan
1
Abu Ubaidah Muslim Ibn Ubaidah al Balansi
- Astrolog
- Ahli Hitung
- Ahli gerakan bintang-bintang
Dikenal sebagai Shahih al Qiblat karena banyak sekali mengerjakan penetuan arah shalat.
2.
Abu al Qasim Abbas ibn Farnas
- Astronom
kimia
Ilmi kimia, baik kimia murni maupun terapan adalah dasar bagi ilmu farmasi yang erat kaitannya dengan ilmu kedokteran. Farmasi dan ilmu kedokteran telah mendorong para ahli untuk menggali dan mengembangkan ilmu kimia dan ilmu tumbuh-tumbuhan untuk pengobatan.
3
Ahmad ibn Iyas al Qurthubi
Kedokteran
Hidup pada masa Khalifah Muhammad I ibn abd al rahman II Ausath
4.
Yahya ibn Ishaq

Hidup pada masa khalifah Badullah ibn Mundzir
5.
Abu Daud Sulaiman ibn Hassan

Hidup pada masa awal khalifah al Mu’ayyad
6.
Abu al Qasim al Zahrawi
- Dokter Bedah
- Perintis ilmu penyakit telinga
- Pelopor ilmu penyakit kulit
Di Barat dikenal dengan Abulcasis. Karyanya berjudul al Tashrif li man ‘Ajaza ‘an al Ta’lif, dimana pada abad XII telah diterjemahkan oleh Gerard of Cremona dan dicetak ulang di Genoa (1497M), Basle (1541 M) dan di Oxford (1778 M) buku tersebut menjadi rujukan di universitas-universitas di Eropa.
7.
Abu Marwan Abd al Malik ibn Habib
- Ahli sejarah
- Penyair dan ahli nahwu sharaf
- wafat 238/852
- salah satu bukunya berjudul al Tarikh
8.
Yahya ibn Hakam
- Sejarah
- Penyair
-
9.
Muhammad ibn Musa al razi
- Sejarah
- wafat 273/886
- Menetap di Andalusia pada tahun 250/863
10.
Abu Bakar Muhammad ibn Umar
- Sejarah
- Dikenal dengan Ibn Quthiyah
- Wafat 367/977
- Bukunya berjudul Tarikh Iftitah al Andalus
11.
Uraib ibn Saad
- Sejarah
- Wafat 369/979
- Meringkas Tarikh al- thabari, menambahkan kepadanya tentang al Maghrib dan Andalusia, disamping memberi catatan indek terhadap buku tersebut.
12.
Hayyan Ibn Khallaf ibn Hayyan
- Sejarah & sastra
- Wafat 469/1076
- Karyanya : al Muqtabis fi Tarikh Rija al Andalus dan al Matin.
13.
Abu al Walid Abdullah ibn Muhammad ibn al faradli.
- Sejarah
- Penulis biografi
- Lahir di Cordova tahun 351/962 dan wafat 403/1013.
- Salah satu karyanya berjudul Tarikh Ulama’i al Andalus

Perkembangan Bahasa dan Sastra Arab tidak terlepas daripada peran para ulama dan sastrawan, diantaranya adalah :
  1. Ali al Qali. Ia adalah seorang tokoh besar pada zamannya. Ia dibesarkan dan menimba ilmu Hadits, bahasa, sastra, Nahwu dan sharaf dari ulama-ulama terkenal di Baghdad. Pada tahun tahun 330/941 al Nashir mengundang beliau untuk menetap di Cordova dan sejak saat itu Ali mengembangkan ilmu Islam sampai wafatnya (358/696). Dari sekian banyak karya tulisnya yang bernilai tinggi, diantaranya adalah al Amalî dan al Nawâdir.
  2. Ibn al Quthiyah Abu Bakar Muhammad Ibn Umar. Ia adalah seorang ahli bahasa Arab, Nahwu, penyair dan sastrawan. Ia menulis buku dengan judul al Af’âl dan Fa’alta wa Af’alât. Ia meninggal pada tahun 367/977.
  3. Al Zabidi. Ia adalah guru dari Ibn Quthiyah. Al Zabidy sudah mengembangkan bahasa dan sastra di Andalusia sebelum adanya Ali al Qali. Bukunya yang terkenal adalah Mukhtashar al ‘Ain dan Akhbar al Nahwiyyîn.âîû
  4. Said Ibn Jabir, ia juga merupakan salah satu guru dari Ibn Quthiyah.
  5. Muhammad ibn Abdillah ibn Misarrah al Bathini (269-319) dari Cordova dikenal sebagai orang pertama yang menekuni filsafat di Andalusia.[6]
Berikut ini Bibliografi beberapa sastrawan Andalusia :
  1. Abu Amr Ahmad ibn Muhammad ibn Abd Rabbih. Lahir di Cordova 246/860. ia menekuni ilmu kedokteran dan musik, tetapi kecenderungannya lebih banyak kepada sastra dan sejarah. ia berhasil menggubah syari-syair pujian (madah) bagi empat khilafah Umawiyah, sehingga ia mendapat kedudukan terhormat di istana. Pada masa al Nashir ia menggubah 440 bait syair dengan menggunakan bahan acuan sejarah. Pada masa tuanya, Abu Amr menyesali kehidupan masa mudanya, kemudian ia berzuhud. Oleh karenanya ia menggubah syair-syair zuhdiyyat yang ia himpun dalam al Mumhishât. Sebagian besar karya syairnya sudah hilang, sedangkan yang berupa prosa ia tuangkan dalam karyanya yang diberi nama al ‘Aqd al Fârid. Ia pada tahun 328/940 dalam keadaan lumpuh.
  2. Abu Amir Abdullah ibn Syuhaid. Lahir di Cordova pada tahun 382/992. Ia dikenal dekat dengan penguasa. Dengan keterlibatannya dengan kemelut politik, ia sering membuat syair-syair dalma rangka membesarkan atau menggulingkan seorang penguasa. Pada masa kekuasaan Hamudiyah penyair ini dipenjarakan dan menerima penghinaan serta penganiayaan yang berat. Ia dibebaskan dalam keadaan lumpuh sampai wafat pada tahun 427/1035. Karyanya dalam bentuk prosa adalah Risâlah al Tawâbi’ wa al Zawâbigh, Kasyf al Dakk wa Atsar al Syakk dan Hanut ‘Athar.
  3. Ibn Hazm. Lahir pada tahun 384/994) merupakan penyair sufi yang banyak menggubah puisi-puisi cinta.[7]
Ilmuan Muslim yang terkenal pada masa bani Umayyah, antara lain :
a.    Hasan al-Basri dan Sulaiman bin Umar. Beliau adalah ahli fiqih dan ahli hadist yang selalu dimintai fatwa oleh khalifah Umar bin Abdul Azis tentang kebijaksanaannya.
b.   Imam Muhammad bin Muslim bin Syihab az-Zuhri (Ibnu Syihab az-Zuhri). Beliau adalah ahli hadis, pengumpul dan penulis hadis pada masa khalifah Umar bin Abdul Azis.
c.    Wasil bin Atha’. Pendiri aliran Muktazilah ( berarti orang yang memisahkan diri), yaitu aliran dalam Islam yang lebih mementingkanakal fikiran dibandingkan dengan dalil naqli bertentangan dengan aliran Ahlus sunnah Wal Jama’ah, beliau adalah murid Hasan al-Basri setelah  berbeda pendapat dengan gurunya ia memisahkan diri.[8]


BAB III
KESIMPULAN

Bani Umayyah atau Kekhalifahan Umayyah, adalah kekhalifahan Islam pertama setelah masa Khulafaur Rasyidin yang memerintah dari 661 M sampai 750 M di Jazirah Arab dan sekitarnya, serta dari 756 M sampai 1031 M di Kordoba, Spanyol. Nama dinasti ini diambil dari nama tokoh Umayyah bin 'Abd asy-Syams, kakek buyut dari khalifah pertama Bani Umayyah, yaitu Muawiyah I. Masa ini sebagai masa perkembangan peradaban Islam, yang meliputi tiga benua yaitu, Asia, Afrika, dan Eropa. Masa ini berlangsung selama 90 tahun (661 M – 750 M) dan berpusat di Damaskus.
Pada masa ini penyusunan ilmu pengetahuan lebih sistematis dan dilakukan pembidangan ilmu pengetahuan sebagai berikut : Ilmu pengetahuan bidang agama, Ilmu pengetahuan bidang sejarah, Ilmu pengetahuan bidang bahasa, Ilmu pengetahuan bidang filsafat.
Beberapa karakteristik pendidikan pada masa Dinasti Umayyah yaitu Bersifat Arab, Berusaha Meneguhkan Dasar-Dasar Agama Islam Yang Baru Muncul, Perioritas Pada Ilmu-Ilmu Naqliyah Dan Bahasa, Menunjukkan Perhatian Pada Bahan Tertulis  Sebagai Media Komunikasi, Membuka Pengajaran Bahasa-Bahasa Asing, dan Menggunakan Surau (Kuttab) dan Masjid Tempat-tempat pendidikan pada Dinasti Umayyah antara lain khuttab, masjid, majelis sastra, pendidikan istana, dan pendidikan badiah.

Pemikiran pendidikan Islam pada masa umayyah tampak dalam bentuk nasehat-nasehat khalifah kepada pendidik anak-anaknya, yang memenuhi buku sastra, yang menunjukan bagaimana teguhnya mereka berpegang pada tradisi Arab dan Islam. Salah satu nasehat tersebut adalah nasehat Abdul Malik bin Marwan kepada pendidik anknya, “ hendaklah pendidik mendidik akal, hati, dan jasmani anak-anak.
            Pemikiran pendidikan islam pada masa Umayah  ini juga tersebar pada beberapa tulisan para ahli nahwu, sastra, hadis, dan tafsir. Pada masa ini para ahli tersebut mulai mencatat (modifikasi) ilmu-ilmu bahasa, sastra dan agama.
Perkembangan Bahasa dan Sastra Arab tidak terlepas daripada peran para ulama dan sastrawan, diantaranya adalah:
1. Ali al-Qali
2. Ibn al Quthiyah Abu Bakar Muhammad Ibn Umar
3. Al Zabidi.
4. Said Ibn Jabir, ia juga merupakan salah satu guru dari Ibn Quthiyah.
5. Muhammad ibn Abdillah ibn Misarrah al Bathini (269-319) dari Cordova dikenal sebagai orang pertama yang menekuni filsafat di Andalusia.
Berikut ini  beberapa sastrawan Bani Umayyah di Andalusia :
1. Abu Amr Ahmad ibn Muhammad ibn Abd Rabbih.
2. Abu Amir Abdullah ibn Syuhaid.
3. Ibn Hazm.

Ilmuan Muslim yang terkenal pada masa bani Umayyah, antara lain :
a.    Hasan al-Basri dan Sulaiman bin Umar.
b.   Imam Muhammad bin Muslim bin Syihab az-Zuhri (Ibnu Syihab az-Zuhri).
c.    Wasil bin Atha


DAFTAR PUSTAKA

Al Abrasi, Athiyya. 1993. Tarbiyah Al Islamiyah, Terjemahan Bustami A. Ghani. Jakarta: Bulan Bintang
Anwar, Saipul. Dalam PDF Karyailmiah, Pendidikan Islam Masa DinastiUmayah
Langgulung, Hasan. 1980. Pendidikan Islam Menghadapi Abad-21. Jakarta: Pustaka Al Husna
Langgulung, Hasan. 1998.  Asas-AsasPendidikan Islam. Jakarta: PustakaHusna
Langgulung, Hasan.  2001. Pendidikan Islam DalamabadKesatu. Jakarta: Al-HusnaZikra
Nizar, Samsul. 2008. SejarahPendidikan Islam Menelusuk Jejak Sejarah Pendidikan Era Rasulullah Sampai Indonesia, Jakarta: kencana
Proyek Pembinaan Prasarana dan Sarana Perguruan Tinggi Agama atau IAIN di Jakarta. 1986. Sejarah Pendidikan Islam. Jakarta: Direktorat Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam
Salabi, Ahmad.  1972. SejarahPendidikan Islam. Jakarta: BulanBintang
Sunanto, Musyrifah. 2004. Sejarah Islam Klasik Perkembangan Ilmu Pengetahuan Islam. Jakarta: Kencana
Taqiyuddin. 2008. "Sejarah Pendidikan Islam”. Bandung: Mulia Press.
Abudin Nata, 2010. ”Sejarah Pendidikan Islam".  Jakarta: Fakultas ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidyatullah.
Munawwar Chalil. 1989. "Empat Biogrfi Imam Madzhab".  Jakarta: Bulan Bintang.
Badri Yatim. 2010. "Sejarah Peradaban Islam". Jakarta:Rajawali Press.
Susanto, 2009. "Pemikiran Pendidikan Islam". Jakarta: Amzah.